CARUT MARUT PILPRES SEBAGAAI LONCATAN PERUBAHAN SOSIAL DAN POLITIK DAN MENURUNYA KEPERCAYAAN PUBLIK KEPADA NEGARA

Oleh Waode Sitti murnia sari (Mahasiswa Ilmu Politik)

Pemilihan presiden yang diselenggarakan oleh KPU pada tanggal 17 april melalui banyak proses dan waktu yang panjang.melibatkan semua elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menggunakan hak politiknya yang merupakan kewajiban sebagai warga Negara.pemilu 2019 ini sangat berbeda dengan pemilihan sebelumnya ,sangat kompleks dan rumit mulai dari persoalan teknis sampai peran atau opini masyarakat yang terbentuk berupa isu persoalan kpentingan yang digambarkan secara bebas siapa yang layak dan tidaklayak untuk menjadi penguasa atau kepala Negara dalam hal ini presiden dan wakil presiden.pemilihan umum dengan biaya yang tidak sedikit jumlahnya dan dianggarkan sebanyak 20 triliun adalah salah satu bentuk perwujudan demokrasi Negara Negara maju maupun berkembang seperti Negara Indonesia.dalam menyelenggarakan pesta besar besaran seperti ini tentunya banyak polemic atau persoalan yang ditemukan dan perlu perbaikan untuk menghasilkan pemimpin pemimpin yang teruji dan bisa menjadi patrint terbesar untuk kemajuan bangsa dan Negara.ada banyak kekacauan yang membuat risih dan merugikan pada pemilihan presiden periode 2019-2024.peran penyelenggara pemilu baik dari KPU maupun BAWASLU sangat diharapkan untuk maksimal ,karena ditangan tangan merekalah suara rakyat terjaga dan pemilu kali ini berhasil bukan hanya dari tingkat partisipasi masyarakat saja namun juga integritas dan hasil dari kerja mereka selama ini untuk turut andil secara besar besaran mengambil peran menyukseskan acara besar tersebut yang melibatkan jutaan masyarakat yang sudah memenuhi untuk menggunakan hak pilihnya,termasuk memberikan pendidiikan politik yang baik kepada suara suara pemilih milenial.integritas serta profesionalisme  kedua lembaga tersebut benar benar di uji secara telak.terlebih lagi dengan perkembangan zaman teknologi yang semakin canggi serta penggunaan media yang begitu bebas untuk dilakukan bagi siapa saja tanpa batas dengan mudah segala sesuatunya untuk dipublikasi tanpa mempertimbangkan dampak bagi lingkungan social yang bersentuhan langsung dengan proses politik sehingga terjadi perubahan yang signifikan baik dari pikiran maupun dalam bentuk tindakan atau sikap public.

Banyak hal yang mengganjal dan disebar luaskan karena kebebasan bermedia yang turut mewarnai pilpres 2019 ini.berita bohong yang sengaja dipublish untuk mengubah opini masyarakat dan menyerang cara berpikir dalam menentukan pilihan adalah senjata ampun yang dilakukan segelintir orang atau kelompok untuk menjatuhkan kubu atau lawan tarungnya.peran media sangat berpengaruh besar untuk melakukan propaganda politik.dengan mudah masyarakat terprovokasi dengan isu yang bahkan tidak benar dan hanya tipuan belaka tidak berdasarkan fakta yang akurat dan hanya didesain sedemikian rupa untuk terlihat benar.misalnya saja yang menggegerkan public menjelang peemilihan presiden tanggal 17 april yang bahkan masih ahangat adalah keos dimalaysia.surat bsuara yang telah tercoblos untuk paslon no urut 1 dan calon anggota legislatife bernama david kirana dan belum ditemukan siapa dalang dibalik kericuhan tersebut kemudian berita hoax ini tenggelam dengan sendirinya namun secara tidak langsung ini mempengarhi sikap pemilih terhadap kedua paslon dimana ada sikap simpati dan anti simpati terhadap isu tersebut.bisa menyalahkan paslon dua yang akan dianggap sebagai penyebar hoax karena terbukti bahwa ini ditujukan untuk paslon no urut 1.sedangkan efek lainnya adalah menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap paslon maupun media atau penyelenggara dalam menyikapi kasus kasus serupa.hal ini dibuktikan dengan salah satu sikap komisioner KPU RI yang menanggapi kericuhan tersebut adalah menganggap surat suara yang telah tercoblos hanya menjadi sampah dan tidak berlaku padahal pemilihan umum menggunakan anggaran Negara yang tidak sedikit jumlahnya.seharusnya KPU lebih berhati hati dalam mengawal surat suara.begitu pula reaksi yang serupa dilakukan oleh kepala Negara yang hanya mengintruksikan untuki melaporkan kejanggalan tersebut.dan bawaslu sendiri mengambil tindakan cepat dengan rekomendasi penundaan sementara sambil menunggu hasil penyelidikan kepolisian Malaysia.

Hoax adalah senjatah paling ampuh yang dilakukan segelintir orang atau kelompok untuk membela yang menurutnya benar.sejak awal hoax menjadi propaganda poliitk secara besar besaran. harusnya pendidikan politik serta perna media yang menyebarluaskan informasi disaring dengan cermat.kondisi social saat pemilhan presiden tahun ini sangat berubah drastis dimana kelompok kelompok vanatik muncul menyuarakan atas apa yang dianggapnya benar dan pendapat orang atau kelompok lalin adalah salah.kondisi lingkungan masyarakat yang terpetak petakan karena perbedaan pilihan dan poliitk sangat kental dan menjadi indentitas bersama entah warna apa dia berada.bahkan karena perbedaan pilihan melahirkan sekat sekat sangat merugikan dalam proses interaksi terdapat ketidaknyamanan bahkan kerap kali terjadi perdebatan yang tidak berujung dan saling menyalahkan hingga akhirnya bermusuhan.jangankan ditengah tengah kelompok masyarakat bahkan dilingkungan akademisi kampus mahasiswa yang katanya  sebagai agen perubahan dan agen control masyarakat sudah sangat Nampak atas apa yang menjadi pilihannya ada polpres tahun ini dan turut membela secara keras atas apa yang menurut mereka benar tanpa mempertimbangkan pendapat dari pilihan yang berbeda dari mereka.itulah yang kerap kali mewarnai proses demokrasi di Indonesia saat ini.

              Pra pemilu yang diwarnai dengan banyak persoalan tidak berhenti sampai disitu saja,pasca pemilupun masalah malah makin bertambah bahkan menelan korban jiwa.pemilu pemilu 2019 ini ibarat sebuah tragedi yang mengerikan dan tidak disangka sangka sebelumnya akan terjadi.beberapa korban terus berjatuhan,ada yang meninggal dunia dan ada juga yang sakit karena kelelahan.bekerja 24 jam tanpa henti dan harus memastikan suara rampung tidak sebanding dengan upah yang diterima oleh anggota kpps maupun saksi di tps.semua ini mereka lakukan hanya demi mengawal keberlangsungan proses demokrasi.mayoritas yang meninggal dunia adalah anggota kpps dan anggota kepolisian RI.muncul pertanyaan besar atas tragedy yang terjadi ini siapa yang paling bertanggung jawab.dengan mudahnya Negara menyematkan mereka sebagai pahlawan dan snatunan sebagai tebusan.bukan itu yang harusnya menjadi bahan untuk menepis,system pemilu kita saat ini terbukti merugikan banyakpihak dan nyawa bkan permainan untuk sekedar diberikan tebusan tanpa evalusi dan koreksi bahwa apa yang terjadi hari ini adalah hal serius dan menakutkan.negara harus mampu melihat sebagai sebuah system jangan hanya menyatakan bela sungkawa dan duka cita saja.banyak kesalahan fatal yang mesti dikaji akibat pemilu serentak kali ini.

Sampai hari ini juga masih marak maraknya akan kembali dilaksanakan pemungutan suara ulang dan pemungutan suara lanjutan termasuk pemilihan presiden ikut diperhitungkan ulang.hal ini disebabkan beberapa faktor internal terkait kesalahan petugas kpps ,ada juga faktor eksternal seperti adanya DPT,surat suara,dan logistic yang bermasalah.namun harus diapresiasi bahwa penyelenggara pemilu ditempati oleh orang orang yang berkompeten.bahkan pemungutan suara untuk pemilihan umum KPU RI beserta jajarannya masih merekapitulasi perhitungan suara mulai dari tingkat kecamatan maupun kabupaten atau kota provinsi hingga nasional.tidak etis menuduh penyelenggara pemilu khususnya KPU telah berlaku curang untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden dipemilu 2019.sebab selain mempunyai kompetensi dibidang penyelenggara pemilu tentunya juga KPU harus menjunjung tinggi kode etik.mereka adalah orang orang yang diberikan amanah dan kepercayaan untuk menyelenggarakan pemilu.proses pemilihan ketua beserta jajarannya lembaga penyelenggara pemilu juga berlangsung transparan dan akuntabel sehingga tidaka da alasan untuk meragukan kemampuan komisioner KPU dibidang penyelenggara pemilu.sementara terkait banyaknya masalah dalam pemilu 2019 hal tersebut terjadi di tingkat bawah.

Masalah yang terjadi dipemilu 2019 diantaranya surat suara tercoblos,kotak suara dibawa kabur,kotak suara berisi surat suara hilang,surat suara sudah tercoblos,petugas kpps mencoblos sisa surat suara,kesalahan pada saat menginput data formulir c1 ke aplikasi dan pembongkaran kotak suara sebelum waktu pencoblosan.atas permasalahan tersebut seharusnya pmerintah sudah dapat mengantisipasi dengan cara melakukan proses rekrutmen kelompok penyelenggara pemungutan suara (kpps),panitia pemilihan kecamatan(ppk),panitai pemungutan suara (pps), ataupun tenaga pembantuan  kpu ,bawaslu ,dkpp sesuai aturan.ada jadwal dan syarat syarat pendaftaran calon anggota kpps oleh karena itu seharusnya syarat syarat pendaftaran itu harus lebih diperketat.jangan ada lagi proses rekrutmen hanya sekedar mencari orang yang  dapat diperbantukan melakukan penyelenggaraan pemilu.sehingga bisa berakibat mereka bekerja tidak sesuai harapan.seharusnya mereka bisa dipilih berdasakan proses seleksi yang ketat,nantinya mereka yang sudah lolos.

              Jadi segala persoalan yang terjadi pada pemilihan presiden 2019 sangat memberikan pengaruh besar terhadap perubahan sosial dan politik pada masyarakat.sehingga hal ini membawa banyak dampak pisitif maupun negative terhadap integritas penyelenggara maupun kepercayaan publik terhadap negara.hal ini terbukti dengan banyaknya kasus atau persoalan yang terjadi.dalam menghadapi segala tantangan yang ada sistem pemilu bauk pilpres atau pileg menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk mengoreksi agar sistem pemilu  di indonesia tidak kembali merugikan bagi masyarakat.sehingga bisa berjalan aman dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *